Palembang_ajiedia.id
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten OKU Selatan saat ini sedang gencar-gencarnya meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara kota dan desa.(27/05/25)
Dalam peluncuran dan dialog percepatan pembentukan koperasi ini, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menekankan pentingnya koperasi sebagai solusi strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beliau juga menyatakan bahwa Sumatera Selatan sangat siap menjalankan misi besar ini agar perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di kota, tetapi juga di desa.
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa anggaran yang akan disiapkan untuk koperasi merah putih di Sumatera Selatan hampir mencapai Rp 10 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada koperasi-koperasi yang dibentuk, dengan plafon pinjaman sebesar Rp 3 miliar per koperasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pangan, Zulkifli Hasan, menambahkan bahwa plafon pinjaman tersebut akan digunakan untuk membangun tujuh unit usaha wajib koperasi, yaitu Kantor Koperasi, Kios Sembako, Unit Simpan Pinjam, Klinik Kesehatan Desa, Apotek Desa, Sistem Pergudangan/Cold Storage, dan Sarana Logistik Desa. Beliau juga menekankan bahwa skema pinjaman koperasi merah putih ini akan memiliki bunga sebesar 3 persen per tahun dari setiap pinjaman dengan tenor 6 hingga 10 tahun.
Dengan anggaran yang cukup besar dan skema pinjaman yang terjangkau, program ini berpotensi besar untuk sukses dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah Kabupaten OKU Selatan sendiri telah melakukan sosialisasi terkait persiapan pembentukan koperasi ini dan berharap dapat meningkatkan pemahaman perangkat desa terkait urgensi dan mekanisme pembentukan koperasi.









